Tak Hanya Mengabdi, KKN 02 LP3I Tasikmalaya Hadirkan Inovasi untuk Desa, Sekolah, UMKM, dan Masyarakat Nangtang

Mahasiswa KKN Kelompok 02 Politeknik LP3I Kampus Tasikmalaya bersama Pemerintah Desa Nangtang, guru, dan masyarakat dalam kegiatan kolaborasi pengabdian di Desa Nangtang
Bestarinesia.id, Tasikmalaya – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Politeknik LP3I Kampus Tasikmalaya di Desa Nangtang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, tidak hanya diisi dengan kegiatan pengabdian dan aktivitas sosial bersama warga.
Selama menjalankan program KKN yang berlangsung 20 Juli – 20 Agustus 2026, mahasiswa menghadirkan sejumlah inovasi yang menyentuh berbagai kebutuhan di lingkungan desa dengan pembimbing lapangan Bapak Yudi Kurniadi S.Pd.,M.Pd. Program yang dirancang tersebut menyasar empat sektor utama, yakni Pemerintah Desa Nangtang, sekolah, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Koordinator Desa, Bagas Saepul Uyun menyampaikan kesempatan pengabdian ini akan kami manfaatkan untuk belajar dan berbagi dengan mengamplikasikan keilmuan yang diperoleh selama masa perkuliahan kepada masyarakat.
“Berbagai program tersebut lahir dari upaya mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh mitra di Desa Nangtang,” ujar Koordinator Desa.
Salah satu perhatian mahasiswa KKN 02 adalah pemanfaatan teknologi dalam membantu aktivitas administrasi di lingkungan Pemerintah Desa Nangtang. Mahasiswa turut mengembangkan sejumlah kebutuhan digital, seperti profil desa, sistem pembuatan surat secara digital, absensi berbasis fingerprint, serta pengelolaan arsip.
Pemanfaatan teknologi dapat membantu pekerjaan administrasi menjadi lebih praktis dan tertata. Selain itu, kehadiran teknologi yang dibuat membantu masyarakat umum dapat mengetahui profil Desa Nangtang.
Bagas Saepul Uyun mengungkapkan kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam kebutuhan pemerintahan di tingkat desa.
“Pengembangan kebutuhan digital desa menjadi pengalaman yang berharga bagi kita semua terkait memanfaatkan teknologi bagi kebutuhan pemerintahan,” ungkapnya.
Tidak hanya pemerintah desa, mahasiswa KKN 02 juga membawa sejumlah program ke lingkungan sekolah. Tempat pendidikan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi dan berinovasi.
Mahasiswa unjuk kemampuannya dengan kontribusi dalam pembuatan logo sekolah dasar dan logo koperasi sekolah. Identitas visual tersebut dibuat untuk membantu sekolah dan koperasi memiliki ciri khas yang lebih mudah dikenali.
Mahasiswa turut mendukung pembuatan sistem kasir, pengenalan QRIS, serta program tabungan untuk pengembangan koperasi sekolahan. Adapun dalam bidang pendidikan, mashasiswa membuat program seperti pelatihan Microsoft Office, penataan arsip, edukasi anti-bullying, dan kegiatan mengajar.
Menariknya, tidak hanya murid saja yang merasakan manfaat kehadiran mahasiswa. Guru juga ikut memperoleh edukasi menafaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan melalui workshop pengelolaan administrasi dan pembuatan media belajar interaktif dengan memanfaatkan teknologi AI di era Society 5.0.
Melalui kegiatan tersebut, guru diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai salah satu alat yang dapat membantu pekerjaan administrasi sekaligus membuat media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Koordinator Desa itu menjelaskan teknologi yang selama ini sering dianggap hanya digunakan untuk kebutuhan digital umum, diperkenalkan mahasiswa sebagai alat yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.

Sementara pada sektor UMKM mahasiswa KKN 02 selama berada di Desa Nangtang memberikan perhatian dengan melakukan digitalisasi. Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku usaha memperkuat indentitas sekaligus mengenalkan berbagai sarana digital yang dapat digunakan dalam pengembangan usaha.
Pelaku UMKM dibantu oleh mahasiswa dalam pembuatan logo, banner usaha, QRIS, e-katalog, serta pendampingan pemanfaatan e-commerce, Google Business Profile, dan Google Maps. Melalui pengembangan tersebut, pelaku usaha diperkenalkan pada cara sederhana untuk membuat usahanya lebih mudah ditemukan dan dikenal melalui platform digital.
Selain pengembangan usaha, mahasiswa juga menghadirkan kegiatan literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan serta penggunaan layanan keuangan secara aman.
Di tengah berbagai program berbasis teknologi, mahasiswa KKN 02 tetap aktif mengikuti kegiatan masyarakat Desa Nangtang. Mahasiswa turut hadir dalam kegiatan pengajian, Yasinan, gotong royong, pelayanan Posyandu, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses mahasiswa untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Bagi mahasiswa, KKN bukan hanya tentang membawa program dari kampus, tetapi juga tentang belajar mendengarkan, berkomunikasi, dan memahami kebutuhan masyarakat.
Interaksi bersama warga juga menjadi salah satu cara mahasiswa membangun hubungan yang lebih dekat selama menjalankan masa pengabdian.
Beragam program yang dihadirkan KKN Kelompok 02 Politeknik LP3I Kampus Tasikmalaya menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian dapat dikembangkan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Digitalisasi administrasi desa, pembuatan identitas sekolah dan koperasi, pemanfaatan AI untuk pendidikan, pendampingan UMKM, serta keterlibatan dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa selama berada di Desa Nangtang.
Bagi mahasiswa, berbagai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari program KKN, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan yang dimiliki sekaligus belajar menghadapi kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Nangtang, sekolah, pelaku UMKM, dan masyarakat, mahasiswa KKN 02 berharap berbagai hasil dan pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan meskipun masa KKN telah berakhir.
Kehadiran mahasiswa pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah rangkaian kegiatan sementara, tetapi dapat meninggalkan karya, pengetahuan, dan inovasi yang memiliki manfaat bagi Desa Nangtang dan masyarakatnya.
Penulis: KKN Kelompok 02 Politeknik LP3I Kampus Tasikmalaya
Editor: Azis
