Bekali Kebiasaan Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun ke Siswa Kelas 2 SDN Randugunting

0
IMG-20260812-WA0030

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 5 menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS) bagi siswa kelas 2 SD Negeri Randugunting

Bestarinesia.id, Kab Semarang – Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan ternyata memiliki peran besar dalam mencegah berbagai penyakit menular pada anak. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 5 menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS) bagi siswa kelas 2 SD Negeri Randugunting, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, setelah bermain, setelah buang air, dan setelah memegang benda-benda kotor. Mahasiswa KKN memaparkan bahwa tangan yang tidak dicuci dengan bersih dapat menjadi jalan masuk kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit, seperti diare, flu, hingga infeksi kulit.

Untuk memudahkan pemahaman siswa kelas 2 yang masih berada pada tahap belajar sambil bermain, materi disampaikan melalui lagu, gerakan, dan permainan sederhana. Mahasiswa KKN mengajarkan enam langkah cuci tangan yang benar sesuai anjuran kesehatan, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, hingga membilas dengan air mengalir.

Setelah pemaparan materi, seluruh siswa diajak praktik langsung cuci tangan pakai sabun secara bergiliran di depan kelas. Suasana kelas terlihat riang, dengan siswa saling berlomba mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan yang telah diajarkan sambil bernyanyi bersama.

Peserta sosialisasi antusias mengikuti kegiatan

Penanggung jawab kegiatan, Andini Wulansari, menjelaskan bahwa sosialisasi PHBS mengenai cuci tangan pakai sabun ini penting ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.

“Cuci tangan itu kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar untuk mencegah penyakit. Kami ingin siswa kelas 2 terbiasa mencuci tangan dengan benar sejak dini, supaya kebiasaan ini terus dibawa sampai mereka dewasa nanti,” ujar Andini.

Salah satu siswa kelas 2 SD Negeri Randugunting, Bagus Tri Wibowo, mengaku senang bisa belajar cuci tangan sambil bernyanyi dan bermain bersama teman-temannya

“Seru belajar cuci tangannya, ada lagunya juga jadi gampang diingat. Sekarang aku jadi tahu kalau habis main sama sebelum makan harus cuci tangan pakai sabun biar nggak sakit perut,” ujar Bagus.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 berharap siswa kelas 2 SD Negeri Randugunting dapat membiasakan diri hidup bersih dan sehat sejak dini, sehingga risiko terkena penyakit menular dapat diminimalkan sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

 

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *