55 Peserta Magang Jepang Ikuti PELATDA LP Ma’arif NU Jateng di Banyumas

Peserta magang Jepang ikuti PELATDA LP Ma'arif di Banyumas selama dua bulan
Bestarinesia.id, Banyumas — Sebanyak 55 peserta program pemagangan ke Jepang mulai menjalani pelatihan intensif di SMK Ma’arif NU Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menyiapkan kader muda yang memiliki keterampilan, kedisiplinan, serta daya saing di tingkat internasional.
Pelatihan Daerah (PELATDA) Tahap 1 Program Pemagangan ke Jepang itu berlangsung selama dua bulan, mulai 30 Agustus hingga Oktober 2026. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan International Manpower (IM) Japan, dengan dukungan dari BAZNAS RI.
Para peserta merupakan mereka yang telah dinyatakan lolos dalam seleksi program Magang Jepang 2026. Selama mengikuti Pelatda, peserta mendapatkan pembinaan secara intensif sebagai persiapan sebelum melanjutkan ke tahapan program berikutnya.
Materi pelatihan diberikan oleh fasilitator dan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan RI serta instruktur berpengalaman dari IM Japan. Pelatihan mencakup pembentukan karakter dan kedisiplinan, penguasaan bahasa dan budaya Jepang, pembinaan fisik dan mental, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani menyampaikan bahwa Fokus utama dalam Pelatda ini mencakup Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan.
Selain itu, peserta mendapatkan latihan intensif bahasa Jepang atau Nihongo serta pengenalan tata krama dan budaya kehidupan sehari-hari di Jepang.
Pembinaan fisik, mental, dan disiplin juga diberikan untuk memastikan peserta memiliki stamina dan ketahanan tubuh yang baik dalam menghadapi ritme kerja industri.
“Kami berharap program ini menjadi jembatan emas bagi para pemuda di lingkungan kader NU atau lulusan LP Ma’arif NU di Jawa Tengah untuk menimba ilmu, etos kerja, dan penguasaan teknologi langsung dari Jepang. Nantinya, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi modal kuat untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga dan berkontribusi bagi kemajuan daerah asal setelah mereka kembali ke Tanah Air”. ungkap Fakhruddin.
Menurut dia, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program pemagangan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asal setelah kembali ke Indonesia.
Di sisi lain, pendidikan karakter dalam Pelatda juga diperkuat melalui penanaman nilai-nilai aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah. Dengan demikian, peserta tidak hanya dipersiapkan dari sisi keterampilan kerja, tetapi juga memiliki karakter dan nilai yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Program pemagangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian seleksi Magang Jepang yang telah dilakukan LP Ma’arif NU Jawa Tengah sepanjang 2026. Seleksi nasional digelar di empat lokasi, yakni Magelang, Blora, Banyumas, dan Pekalongan.
Dari rangkaian seleksi tersebut, sebanyak 171 peserta dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti tahapan program pemagangan ke Jepang.
Editor: Azis
