KKN UPGRIS Kelompok 20 Manfaatkan Galon Bekas Menjadi Pot untuk Taman Toga di Kelurahan Kranggan

0
238772

Mahasiswa tunjukkan galon bekas yang sudah disulap jadi pot toga

Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Barang bekas tidak selalu harus berakhir menjadi sampah. Melalui program kerja Divisi Lingkungan, KKN UPGRIS Kelompok 20 mengajak warga RT 03 RW 03, Kelurahan Kranggan, Ambarawa, memanfaatkan galon bekas menjadi pot bunga untuk mendukung pengembangan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) pada Selasa, (25/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga sebagai upaya memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai sekaligus memperindah lingkungan.

Galon bekas yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diubah menjadi wadah tanaman dan ditempatkan di area Taman Toga.

Kegiatan mahasiswa proses pemanfaatan galon bekas jadi pot toga

Selain membuat pot dari bahan bekas, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan warga untuk mengenal lebih jauh berbagai tanaman herbal yang dapat ditanam di lingkungan sekitar.

Warga turut terlibat dalam proses pembuatan dan penataan sehingga kegiatan berlangsung secara bersama-sama.

Arsono, selaku Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Kranggan, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dan warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman baru bagi warga, terutama dalam mengenal pemanfaatan tanaman herbal.

“Untuk warga senang kedatangan panjenengan mas-mas, mbak-mbak dari KKN. Di samping pengalaman, tambah pengalaman di bidang herbal, khasiatnya apa-apa,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan Taman Toga dapat mendorong masyarakat untuk memiliki dan memanfaatkan tanaman herbal di lingkungan rumah masing-masing.

“Inginnya itu semua warga punya tanaman herbal. Agar lebih baik, kadang kita sakit, kalau ada herbal bisa untuk pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Fahmi Aziz, anggota Divisi Lingkungan KKN UPGRIS Kelompok 20, mengatakan bahwa pemanfaatan galon bekas dipilih sebagai bagian dari upaya sederhana untuk mengurangi barang yang berpotensi menjadi limbah sekaligus memberikan fungsi baru bagi barang tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas yang sering dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Galon bekas kami manfaatkan sebagai pot untuk mendukung Taman Toga, sehingga selain mengurangi limbah, lingkungan juga bisa menjadi lebih tertata dan memiliki manfaat bagi warga,” ujarnya.

Mahasiswa bersama masyarakat melakukan peletakan pot dari galon bekas di taman toga

Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari warga yang turut membantu mahasiswa selama proses pengerjaan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar hasilnya dapat dirasakan dan dilanjutkan bersama.

Bagi KKN UPGRIS Kelompok 20, program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan pot dari galon bekas, tetapi juga mengajak masyarakat melihat kembali potensi barang-barang yang ada di sekitar.

Pemanfaatan sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi langkah kecil untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sekaligus mendukung keberadaan Taman Toga di wilayah RT 03 RW 03.

Ke depannya, warga diharapkan dapat terus merawat taman dan menambah berbagai jenis tanaman herbal sehingga keberadaannya semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

 

 

Penulis: Inti Marisa Khoghiroh, Tim Publikasi KKN UPGRIS Kelompok 20

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *