Melalui Latihan Jaranan Bersama Sanggar Cahyo Krido Utomo, Mahasiswa KKN UPGRIS Ikut Lestarikan Budaya Jawa di Desa Waru

0
latihan-cku

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 ikut menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam proses latihan berbagai kesenian tradisional Jawa di Desa Waru, pada (17/8/2026)

Bestarinesia.id, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 turut berpartisipasi dalam kegiatan latihan kesenian bersama Sanggar Cahyo Krido Utomo (CKU) di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung pelestarian budaya Jawa sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan latihan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 ikut menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam proses latihan berbagai kesenian tradisional Jawa. Kegiatan diisi dengan latihan Jaranan, pengenalan dan permainan alat musik Jawa, serta keterlibatan para pemain perempuan dalam kegiatan kesenian.

Latihan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Para pemain sanggar tampak mengikuti kegiatan dengan antusias, dan mahasiswa KKN berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan para pemain seni yang terlibat dalam latihan.

Kesenian Jaranan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut. Jaranan tidak hanya menjadi bentuk pertunjukan seni, tetapi juga menjadi salah satu kesenian tradisional yang dapat diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.

Selain Jaranan, kegiatan latihan juga memperkenalkan berbagai alat musik Jawa yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan kesenian. Mahasiswa KKN dapat belajar secara langsung bagaimana alat musik tersebut dimainkan dan dipadukan untuk menghasilkan iringan dalam pertunjukan tradisional.

Pemimpin Sanggar Cahyo Krido Utomo (CKU) sangat mengharapkan mahasiswa KKN dapat ikut serta dalam latihan kesenian secara langsung.

“Saya selaku pemimpin sanggar sangat berharap mahasiswa KKN dapat ikut latihan. Saya juga dengan senang hati mengizinkan mahasiswa KKN yang ingin mendalami kesenian ini, khususnya yang menekuni alat musik, untuk turut serta menyalurkan kemampuannya saat latihan,” ujar Bapak Sutikno, Pemimpin Sanggar CKU.

Keterlibatan pemain perempuan juga menjadi bagian menarik dari kegiatan latihan. Kehadiran perempuan dalam kegiatan kesenian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Jawa dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa terbatas pada kelompok tertentu. Anak muda, baik laki-laki maupun perempuan, dapat mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 menyampaikan bahwa keterlibatan dalam latihan kesenian memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal budaya yang berkembang di lingkungan Desa Waru.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat belajar secara langsung mengenai kesenian Jawa yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi pengalaman berharga selama melaksanakan KKN karena dapat berinteraksi dan belajar bersama masyarakat,” ujar Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha, Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 36 Desa Waru.

Sementara itu, keterlibatan Karang Taruna setempat yang turut ambil bagian dalam latihan menjadi salah satu bentuk peran generasi muda dalam menjaga keberadaan budaya lokal. Latihan bersama menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kesenian tradisional agar tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Bagi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36, kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu selama pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi dalam mendukung kegiatan positif masyarakat Desa Waru. Melalui interaksi dengan anggota sanggar dan Karang Taruna, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga budaya lokal melalui keterlibatan generasi muda.

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 berharap kegiatan kesenian bersama Sanggar Cahyo Krido Utomo (CKU) dapat terus berjalan dan menjadi wadah bagi generasi muda Desa Waru untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempertahankan budaya Jawa.

 

Penulis: Tim Publikasi Mahasiswa KKN Desa Waru

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *